Tahapan Perkembangan Menurut Perspektif Barat dan Fase Thafl, Tamyiz, Baligh dalam Islam
DOI:
https://doi.org/10.5281/Keywords:
Perkembangan manusia, thafl, tamyiz, balighAbstract
Penelitian ini mengkaji secara komparatif konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia menurut psikologi Barat dan Islam. Fokus kajian Islam tertuju pada tiga fase utama dalam fikih tarbawi: thafl (masa kanak-kanak), tamyiz (kemampuan membedakan baik dan buruk), serta baligh (kedewasaan syar’i). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap sumber primer berupa kitab fikih dan buku psikologi terkemuka, serta sumber sekunder berupa jurnal terindeks SINTA 4 yang terbit 2020–2025. Analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif digunakan untuk menemukan persamaan, perbedaan, dan titik sintesis. Hasil menunjukkan: (1) teori Barat—Piaget, Erikson, Kohlberg, Vygotsky, dan Bronfenbrenner—mendeskripsikan perkembangan secara empiris melalui dimensi kognitif, sosio-emosional, dan ekologis; (2) Islam merumuskan fase thafl, tamyiz, dan baligh secara normatif-transendental dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan hukum syariat; (3) terdapat korespondensi struktural antara dua perspektif, namun berbeda dalam telos dan landasan epistemologi. Implikasi penelitian ini mengarah pada urgensi pengembangan model pendidikan Islam berbasis perkembangan yang integratif dan holistik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Aisyatunnadiya, Muhammad Nabil Ihsan, Dafa Putra Fadillah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.